Penyakit kelamin pada wanita sering kali tidak terdeteksi. Temukan informasi penting untuk menjaga kesehatan reproduksi Anda.
Ada beberapa penyakit kelamin yang jarang disadari oleh wanita karena gejalanya yang tidak selalu terlihat atau dirasakan. Beberapa penyakit kelamin yang jarang disadari oleh wanita adalah klamidia, trikomoniasis, dan vaginosis bakterial.
Klamidia
Penyakit kelamin yang penyebabnya oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi klamidia. Klamidia dapat menyebabkan infeksi pada organ kelamin, saluran tuba, dan rahim.
Gejala klamidia pada wanita biasanya tidak terlihat atau dirasakan. Namun, beberapa wanita mungkin mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan saat buang air kecil, keluarnya cairan dari vagina, atau perdarahan di luar waktu menstruasi.
Untuk mencegah terkena klamidia, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:
- Hindari hubungan seks tanpa kondom dengan pasangan yang tidak diketahui riwayat kesehatannya.
- Gunakan kondom saat melakukan hubungan seks, terutama jika Anda tidak tahu riwayat kesehatan pasangan Anda.
- Lakukan tes klamidia secara rutin jika Anda aktif secara seksual.
Trikomoniasis
Parasit Trichomonasvaginalis menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi
trikomoniasis. Trikomoniasis dapat menyebabkan infeksi pada organ kelamin.
Gejala trikomoniasis pada wanita meliputi rasa
sakit atau ketidaknyamanan saat buang air kecil, keluarnya cairan dari vagina
yang berbau tidak sedap, dan gatal-gatal di sekitar organ kelamin.
Untuk mencegah terkena trikomoniasis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:
- Hindari hubungan seks tanpa kondom dengan pasangan yang tidak diketahui riwayat kesehatannya.
- Gunakan kondom saat melakukan hubungan seks, terutama jika Anda tidak tahu riwayat kesehatan pasangan Anda.
- Lakukan tes trikomoniasis secara rutin jika Anda aktif secara seksual.
Vaginosis Bakterial
Vaginosis bakterial adalah penyakit kelamin yang
disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di dalam vagina. Ketidakseimbangan
ini dapat menyebabkan pertumbuhan berlebihan bakteri jahat di dalam vagina,
yang dapat menyebabkan infeksi.
Untuk
mencegah terkena vaginosis bakterial, ada beberapa hal yang dapat dilakukan,
seperti:
- Hindari
penggunaan sabun atau produk kebersihan vagina yang dapat mengganggu
keseimbangan bakteri di dalam vagina.
- Hindari
douching, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam vagina.
- Lakukan
tes vaginosis
- Hindari
penggunaan pakaian yang terlalu ketat, karena dapat menyebabkan lembab dan
meningkatkan pertumbuhan bakteri.
- Gunakan
kondom saat melakukan hubungan seks, terutama jika Anda tidak tahu riwayat
kesehatan pasangan Anda.
Jika Anda mengalami gejala-gejala penyakit kelamin di atas, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Jangan menunda-nunda untuk berkonsultasi, karena semakin
cepat ditangani, semakin baik kesembuhannya.
Konsultasi dengan Klinik Raphael Cikarang
Klinik Raphael hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan dan konsultasi dokter untuk membantu mengatasi masalah herpes kelamin pada pria dan wanita.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami! Segera hubungi Klinik Raphael melalui nomor WhatsApp 081396254650 (Free).
Jangan tunggu sampai gejala memburuk dan segera hubungi Klinik Raphael melalui WhatsApp untuk konsultasi dan pemeriksaan.