Ingin melakukan tes (skrining) penyakit kelamin? Ketahui prosedur pemeriksaan darah, urine, swab, pemeriksaan fisik, kisaran biaya, persiapan sebelum tes, serta kapan waktu yang tepat untuk memeriksakannya.
Infeksi
Menular Seksual (IMS) atau penyakit kelamin merupakan masalah kesehatan yang
dapat menyerang siapa saja yang aktif secara seksual.
Sayangnya,
banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi karena sebagian besar
IMS tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal.
Inilah
alasan mengapa tes penyakit kelamin menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi
kesehatan secara akurat.
Pemeriksaan
sejak dini dapat membantu dokter memberikan penanganan yang sesuai, mengurangi
risiko komplikasi, serta membantu mencegah penularan kepada pasangan.
Jika
kamu memiliki keluhan pada organ intim, pernah melakukan hubungan seksual tanpa
pengaman, berganti pasangan seksual, atau hanya ingin memastikan kondisi
kesehatan reproduksi, melakukan tes
penyakit kelamin merupakan keputusan yang bijak.
Apa Itu Tes Penyakit Kelamin?
Tes penyakit kelamin adalah serangkaian pemeriksaan medis yang dilakukan untuk mendeteksi adanya Infeksi Menular Seksual (IMS).
Nantinya penentuan jenis pemeriksaan oleh dokter berdasarkan beberapa faktor, seperti:
- Faktor risiko.
- Riwayat kesehatan.
- Hasil pemeriksaan fisik.
- Riwayat aktivitas seksual.
- Keluhan yang dialami pasien
Tidak semua pasien memerlukan jenis tes yang sama, karena pemeriksaan akan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien agar hasilnya lebih tepat.
Kapan Sebaiknya Melakukan Tes Penyakit Kelamin?
Sebaiknya segera mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan sebaiknya jika kamu:
- Memiliki pasangan seksual baru.
- Mengalami nyeri saat buang air kecil.
- Pasangan didiagnosis mengalami IMS.
- Keluar cairan yang tidak biasa dari kemaluan.
- Pernah melakukan hubungan seksual tanpa kondom.
- Terdapat luka, lepuhan, atau benjolan pada area kelamin.
- Merasa gatal pada area genital yang tidak kunjung membaik.
- Mengalami keputihan yang berubah warna atau berbau tidak sedap.
- Ingin melakukan skrining kesehatan seksual walau tidak muncul gejala.
Karena
beberapa IMS dapat berlangsung tanpa gejala, tes tetap dapat bermanfaat pada
orang yang memiliki faktor risiko tertentu.
Jenis-Jenis Tes Penyakit Kelamin
1. Pemeriksaan Darah
Tujuan
pemeriksaan darah ini untuk membantu mendeteksi beberapa jenis infeksi yang
dapat diketahui melalui respons tubuh terhadap infeksi atau keberadaan virus
tertentu.
Tes darah dapat digunakan sebagai bagian dari evaluasi untuk kondisi seperti:
- HIV.
- Sifilis.
- Hepatitis B.
- Hepatitis C
(sesuai indikasi).
2. Pemeriksaan Urine
Tes urine merupakan salah satu metode yang sering digunakan untuk membantu mendeteksi beberapa infeksi bakteri pada saluran kemih dan saluran reproduksi.
Pemeriksaan ini dapat menjadi pertimbangan untuk membantu evaluasi kondisi seperti gonore atau klamidia, tergantung indikasi dan pilihan metode pemeriksaan.
Bagaimana Prosedurnya?
Meminta pasien untuk mengumpulkan sampel urine ke dalam wadah steril yang telah tersedia. Dokter atau petugas akan memberikan petunjuk mengenai cara pengambilan sampel yang benar.
3. Pemeriksaan Swab
Swab
adalah prosedur pengambilan sampel menggunakan alat khusus berbentuk kapas
steril dari area yang kemungkinan mengalami infeksi.
Lokasi pengambilan sampel dapat meliputi:
- Vagina.
- Serviks (leher rahim).
- Luka pada area genital.
- Uretra (saluran kencing pada pria).
- Tenggorokan atau rektum, bila diperlukan berdasarkan riwayat paparan.
Sampel yang diambil akan diperiksa di laboratorium untuk membantu mengidentifikasi penyebab infeksi sehingga pengobatannya dapat disesuaikan.
Apakah Swab Menyakitkan?
Sebagian pasien mungkin merasakan sedikit tidak nyaman atau tekanan saat melakukan prosedur swab ini, tetapi umumnya berlangsung singkat.
4. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan
fisik merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum melakukan pemeriksaan
laboratorium.
Dokter akan mengevaluasi:
- Benjolan.
- Kemerahan.
- Kutil kelamin.
- Pembengkakan.
- Adanya luka atau lepuhan.
- Kondisi kulit pada area genital.
- Cairan yang keluar dari penis atau vagina.
- Pembesaran kelenjar getah bening pada area tertentu (bila perlu).
Pemeriksaan
dilakukan secara profesional dengan tetap mengutamakan privasi dan kenyamanan
pasien.
Konsultasi dengan klinik raphael untuk lebih jelas mengenai tes penyakit kelamin ini.









