Kebiasaan
menahan kencing bukan hanya tidak nyaman, tapi juga bisa berdampak buruk pada
kesehatan kita. Menahan kencing terlalu sering atau terlalu lama dapat
menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius.
Dalam
artikel ini, kita akan membahas akibat dari terlalu sering menahan kencing dan
apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.
Infeksi Saluran Kemih
Menahan
kencing terlalu sering atau terlalu lama dapat menyebabkan infeksi saluran
kemih (ISK) pada wanita dan pria. Saat Anda menahan kencing, bakteri yang ada
di dalam kandung kemih dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi.
Gejala
ISK meliputi rasa sakit atau nyeri saat buang air kecil, frekuensi buang air
kecil yang meningkat, dan rasa tidak nyaman di panggul atau perut bagian bawah.
Untuk mencegah infeksi saluran kemih, Anda harus selalu buang air kecil secara
teratur dan hindari menahan kencing terlalu lama.
Inkontinensia Urin
Menahan
kencing terlalu sering juga dapat menyebabkan inkontinensia urin. Inkotinensia
urin adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat mengendalikan buang air kecil
dengan baik.
Hal ini dapat terjadi karena menahan kencing terlalu sering atau
terlalu lama dapat melemahkan otot panggul dan mengganggu fungsi kandung kemih.
Ini
dapat menyebabkan kebocoran urin saat tertawa, bersin, atau batuk. Untuk
mencegah inkontinensia urin, Anda harus buang air kecil secara teratur dan
tidak menahannya terlalu lama.
Batu Ginjal
Menahan
kencing terlalu sering juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Saat Anda
menahan kencing, kandung kemih dapat menjadi terlalu penuh dan menyebabkan
tekanan pada ginjal.
Tekanan ini dapat memicu pembentukan batu ginjal, yang
dapat menyebabkan rasa sakit dan masalah kesehatan yang serius.
Untuk
mencegah batu ginjal, Anda harus buang air kecil secara teratur dan hindari
menahan kencing terlalu lama.
Kanker Kandung Kemih
Menahan
kencing terlalu sering juga dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih.
Saat kandung kemih terlalu penuh, tekanan yang dihasilkan dapat memicu
peradangan dan iritasi yang berkontribusi pada perkembangan kanker kandung
kemih.
Konsultasi Masalah Penyakit Kelamin dengan Klinik Raphael
Klinik Raphael adalah pilihan terbaik untuk Anda yang mencari klinik dokter kelamin terdekat dengan pelayanan profesional dan terpercaya.
Kami menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk mengatasi masalah penyakit menular seksual (PMS), infeksi kulit kelamin, hingga keluhan seperti keputihan tidak normal.
Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah infeksi yang bisa ditularkan melalui kontak seksual baik itu melalui oral, anal maupun vagina dari orang yang sudah terinfeksi. Penyebabnya berbagai jenis infeksi seperti bakteri, virus, atau parasit.
Tidak sedikit pasien yang kurang memahami cara penularan PMS sehingga tanpa disadari terinfeksi penyakit menular seksual dari pasangan mereka.
Perlu dipahami bahwa penyakit ini tidak hanya berpengaruh pada kesehatan umum, tetapi juga bisa mempengaruhi kesehatan reproduksi orang yang terinfeksi.
Kesehatan reproduksi adalah hal yang harus diperhatikan baik bagi pria maupun wanita. Menjaga kesehatan reproduksi tidak hanya melibatkan aspek fisik, tetapi juga emosional dan sosial.
Pada kesemparan kali ini Klinik Raphael akan membahas tentang dampak atau pengaruh penyakit menular seksual pada kesehatan reproduksi. Pembahasan dalam artikel ini termasuk pentingnya kesehatan reproduksi, jenis dan pencegahan PMS.
Macam Penyakit Menular Seksual
Di bawah ini beberapa jenis penyakit yang bisa dikategorikan sebagai penyakit menular seksual (PMS), diantaranya:
Tiap jenis penyakit mempunyai gejalanya masing-masing tergantung dari bakteri atau virus yang menginfeksinya. Namun gejala PMS yang sering muncul pada orang yang terinfeksi umumnya, seperti:
Keputihan tidak normal
Keluar cairan dari kelamin
Sakit saat buang air kecil
Sakit saat hubungan intim
Luka pada alat kelamin
Pengaruh IMS pada Kesehatan Reproduksi
Infeksi menular seksual jika tidak segera ditangani dengan tepat maka akan meningkatkan terjadinya komplikasi yang serius. Sehingga berdampak pada kesehatan reproduksi pria maupun wnaita.
Jika merasa muncul gejala-gejala seperti yang telah disebutkan atau gejala lain yang mengganggu, segera hubungi klinik kelamin terdekat.
Dampak PMS pada kesehatan reproduksi pria
Kanker penis dan testis yang diakibatkan oleh iinfeksi HPV.
Epididimitis atau peradangan pada epididymis sehingga terjadinya pembengkakan di testis.
Kemandulan atau infertilitas akibat dari infeksi gonore dan klamidia, karena bisa merusak saluran sperma.
Prostatitis atau infeksi yang menyebabkan peradangan pada prostat dan dapat mengakibatkan nyeri juga masalah buang air kecil.
Dampak PMS pada kesehatan reproduksi wanita
Infeksi akibat virus HPV dapat menyebabkan kanker serviks.
Resiko lebih tinggi mengalami keguguran, kelahiran prematur, dan infeksi pada bayi yang baru lahir.
Radang Panggul (PID) yang menyebabkan kerusakan permanen akibat infekti telah menyebar ke bagian atas organ reproduksi.
Infertilitas akibat infeksi klamidia dan gonore dapat merusak tuba falopi, sehingga menghalangi pertemuan sperma dan sel telur.
Klinik Raphael Cikarang menyediakan layanan kesehatan khusus untuk menangani berbagai masalah Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti gonore, kutil kelamin, sifilis, dan lainnya.
Dengan tim medis berpengalaman dan peralatan modern, kami berkomitmen untuk memberikan perawatan yang aman, efektif, dan penuh privasi demi kesehatan Anda.
Hubungi dokter kami melalui konsultasi online gratis di nomor wa 081396254650.
Kadar keasaman atau pH pada vagina cukup memengaruhi terbentuknya ekosistem vagina yang sehat. Mempertahankan pH vagina sesuai dengan yang seharusnya sangatlah penting guna menjaga kesehatan organ kewanitaan.
Adanya perubahan pH vagina tentunya dapat merusak keseimbangan antara bakteri baik dan juga bakteri jahat. jika bakteri baik berkurang tentu saja bakteri jahat akan terus berkembang. Begitupun sebaliknya. kondisi ini dapat memicu keputihan yang tidak normal.
Keseimbangan bakteri yang terganggu dan pH vagina yang berubah paling sering akan menimbulkan keluhan seperti keputihan yang tidak seperti normal.
Hal yang Memengaruhi pH Vagina
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menyebabkan pH pada vahina menjadi terganggu:
Haid atau Menstruasi
Ketika wanita sedang haid, maka pH vaina dapat meningkat. kondisi ini dikarenakan darah yang keluar akan tertamoung selama beberapa saat di pembalut ataupun tampon yang digunakan.
Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk sering mengganyi pembalut atau tampon, terutama jika volume darah haid sedang banyak.
Pembersih Kewanitaan
Mencuci vagina menggunakan sabun ataupun antiseptik lainnya yang berbahan kimia yang tidak sesuai dengan pH vagina tentunya akan merusak kesehatan area vagina. Selain itu juga, terlalu sering melakukan douching (menyemprotkan cairan pembersih kedalam vagina) juga tidak dianjurkan.
Melakukan douching dengan menggunakan cairan yang terdiri dari campuran berbagai bahan kimia seperti air, pewangi dan juga cairan antiseptik dapat merusak pH.
Selain dari membunuh bakteri jahat tapi juga membunuh bakteri baik yang menjaga organ kewanitaan.
Adanya vaginosis bakterialis disebabkan oleh pertumbuhan bakteri anaerob pada vagina. Ciri-ciri dari kondisi ini ialah keputihan yang berwarna kekuningan hingga kehijauan, yang juga disertai dengan gatal dan juga berbau amis.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang aktif berhubungan seksual.
Usia
Wanita yang menjelang masa menopause akan mengalami peningkatan pH vagina. Penurunan estrogen semasa menopause dapat menyebabkan pH pada vagina akan meningkat.
Selain dari itu, remaja yang baru saja mulai haid lebih cenderung memilki siklus haid yang tidak normal akibat adanya adaptasi hormon reproduksi. hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko naiknya pH vagina.
Penggunaan Antibiotik
Antibiotik yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi suatu penyakit, tidak hanya membunuh bakteri jahat didalam tubuh, tetapi juga dengan bakteri baiknya. Kondisi ini termasuk juga bakteri baik didalam vagina yang membantu pengaturan keseimbangan pH vagina normal.
Infeksi Parasit
Trikomoniasis merupakan infeksi parasit pada vagina. kondisi ini ditandai dengan adanya keputihan yang berwarna hijau, dapat berbuoh, berbau tidak sedap dan juga dapat disertai rasa gatal. Infeksi trikomoniasis ini termasuk ke dalam penyakit menular seksual.
Cara Menjaga Kesimbangan pH Vagina
Agar pH vagina tetap seimbang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
Hindari melakukan douching
Membersihkan area kewanitaan dengan benar
Sering mengganti pembalut atau tampon saat haid
Gunakan pengaman (kondom) saat berhubungan seksual
Menggunakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan juga menyerap keringat
Apabila mengalami gejala dari keputihan yang tidak normal, seperti tekstur yang berbeda, berbau, dan juga warna yang tidak seperti biasanya. Maka segeralah memeriksakan diri dengan klinik kelamin terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Infeksi
saluran kemih (ISK) adalah kondisi kesehatan yang umum terjadi pada orang
dewasa dan anak-anak. ISK terjadi ketika bakteri atau mikroorganisme lainnya
memasuki saluran kemih dan berkembang biak di dalamnya. Kondisi ini dapat
mempengaruhi bagian apapun dari saluran kemih seperti kandung kemih, uretra
atau ginjal.
Penyebab
seseorang mengalami ISK
Infeksi
saluran kemih disebabkan oleh masuknya bakteri atau mikroorganisme lainnya ke
dalam saluran kemih. Bakteri Escherichia
coli (E. coli) yang biasanya hidup di usus besar menjadi bakteri yang
paling umum menyebabkan ISK pada seseroang.
Bakteri
ini dapat masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra, yang merupakan saluran
yang menghubungkan kandung kemih dengan luar tubuh. Infeksi ini juga dapat
disebabkan oleh bakteri lain, seperti Staphylococcus
saprophyticus atau Klebsiella
pneumoniae.
Faktor-faktor
yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena ISK termasuk:
Jenis kelamin:
Wanita lebih cenderung terkena ISK karena uretra mereka lebih pendek dan lebih
dekat dengan anus, yang dapat memudahkan bakteri untuk masuk ke dalam saluran
kemih.
Aktivitas seksual:
Aktivitas seksual dapat memperkenalkan bakteri ke dalam saluran kemih.
Perubahan
hormonal: Perubahan hormonal selama kehamilan, menopause, atau penggunaan pil
KB dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri di saluran kemih dan meningkatkan
risiko terkena ISK.
Kelainan saluran
kemih: Kelainan seperti uretra bengkok, batu ginjal, atau kandung kemih yang
tidak sepenuhnya kosong setelah buang air kecil dapat meningkatkan risiko ISK.
Gejala
Infeksi Saluran Kemih
Gejala
Infeksi Saluran Kemih dapat bervariasi tergantung pada bagian saluran kemih
yang terinfeksi. Gejala yang paling umum termasuk:
Sering buang air
kecil dan rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
Perasaan ingin
buang air kecil yang terus-menerus, meskipun hanya sedikit urine yang keluar.
Urine yang
berwarna keruh atau berbau tidak sedap.
Rasa sakit
dibagian perut bagian bawah atau panggul.
Demam atau
menggigil (jika infeksi telah menyebar ke ginjal).
Mual atau muntah
(jika infeksi telah menyebar ke ginjal).
Pengobatan
Infeksi Saluran Kemih
Pengobatan Infeksi Saluran Kemih biasanya melibatkan
pemberian antibiotik untuk membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi. Dokter
juga dapat meresepkan obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi gejala
seperti rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
Infeksi saluran kemih atau ISK merupakan infeksi yang umum terjadi pada sistem kemih
manusia. ISK dapat terjadi pada sistem kemih bagian atas atau bawah. Jika
infeksi saluran kemih dibiarkan terus berlanjut tanpa pengobatan yang tepat,
maka bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dan berpotensi memicu
komplikasi kesehatan.
Halo
sobar raphael jangan sampai infeksi ini menginfeksi Anda maka dari itu kenali
gejala ISk yang sudah parah:
Nyeri
punggung dan sisi tubuh
Jika
infeksi saluran kemih sudah parah, maka bakteri yang menyebabkan infeksi bisa
menyebar ke ginjal. Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada punggung atau sisi
tubuh bagian belakang. Nyeri ini dapat terasa parah dan intensitasnya meningkat
seiring berjalannya waktu.
Demam
dan menggigil
Infeksi
saluran kemih yang sudah parah dapat menyebabkan demam dan menggigil. Ini
menunjukkan bahwa infeksi telah menyebar ke sistem kemih bagian atas dan
mengenai ginjal. Demam dapat berlangsung dalam waktu yang lama dan bisa
meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi.
Mual
dan muntah
Infeksi
saluran kemih yang sudah parah dapat menyebabkan mual dan muntah. Ini bisa
terjadi karena infeksi menyebabkan peradangan pada ginjal yang menghasilkan zat
kimia tertentu yang merangsang mual dan muntah.
Urin
berbau busuk dan berwarna keruh
Urin
yang berbau busuk dan berwarna keruh juga dapat menunjukkan bahwa infeksi
saluran kemih sudah parah. Ini menunjukkan bahwa bakteri telah menyebar ke
ginjal dan menyebabkan peradangan pada organ tersebut. Urin yang keruh dan
berbau busuk disebabkan oleh adanya bakteri dan sel darah yang masuk ke dalam
urin.
Kencing
terasa sangat sakit
Sensasi
terbakar atau sakit saat buang air kecil adalah gejala umum dari infeksi
saluran kemih. Namun, jika infeksi sudah parah, maka rasa sakit saat kencing
bisa menjadi sangat parah. Sensasi ini bisa berlangsung dalam waktu yang lama
dan terasa sangat menyakitkan.
Infeksi
saluran kemih yang parah memerlukan perawatan medis segera untuk mencegah
terjadinya komplikasi yang lebih serius. Jangan tunggu lama jika Anda merasa
gejala-gejala seperti di atas, segera hubungi dokter kelamin terdekat untuk mendapatkan
penanganan yang tepat.
Pencegahan
adalah langkah terbaik untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih.
Pastikan Anda selalu menjaga kebersihan daerah kemaluan dan minum banyak air
putih untuk membantu membersihkan sistem kemih Anda dari bakteri.
Infeksi
Saluran Kemih (ISK) adalah jenis infeksi yang terjadi pada sistem kemih.
Infeksi ini dapat mempengaruhi semua orang, baik pria maupun wanita, meskipun
lebih umum terjadi pada wanita. Penyebab utama ISK adalah bakteri, seperti E.
coli, tetapi ada juga beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko
seseorang terkena infeksi saluran kemih.