Senin, 08 September 2025

Infeksi Jamur pada Kelamin Pria


Infeksi jamur di kelamin pria atau penis bisa saja terjadi saat kebersihan area sekitar organ reproduksinya kurang terjaga. Karena jamur penyebab infeksinya sering ditemukan pada kondisi kulit penis yang lembap.

Meski kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita, infeksi jamur pada kelamin juga bisa menyerang pria.

Selain kebersihan yang dapat mempengarahui perkembangan jamur pada penis. Juga bisa karena kondisi sekitar lembap, hubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi dapat membuat penis berjamur.

Baca selengkapnya untuk gejala yang mungkin muncul dan penyebabnya di artikel ini!

Penyebab Infeksi Jamur di Kelamin Pria

Infeksi jamur di penis disebabkan karena jamur Candida albicans, yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh dan bakteri sehat.

Sebenarnya jamur ini jika keberadaannya masih dalam jumlah yang kecil masih terbilang normal-normal saja.

Namun jika pertumbuhan jamur ini berlebih atau tidak terkendali bisa menyebabkan berbagai masalah.

Jamur ini bisa menyerang dan menyebabkan peradangan pada ujung kulit penis, karenanya juga dikenal dengan penyakit Candida.

Balanitis terjadi akibat adanya peradangan yang disebabkan oleh masalah jamur, infeksi bakteri atau virus.

Bayi laki-laki juga bisa mengalami infeksi jamur yang sering disebut sebagai ruam popok.

Faktor Pemicu Jamur di Penis

Pria harus tau terkait perilaku atau kebiasaan seperti apa yang menjadi pemicu tidak terkendalinya pertumbuhan jamur Candida, seperti:

  1. Tidak membersihkan sisa sabun di penis
  2. Memakai pembersih kelamin yang membuat iritasi
  3. Mempunyai pasangan dengan infeksi jamur vagina
  4. Kurangnya menjaga kebersihan atau kesehatan penis
  5. Memakai celana dalam dengan kondisi penis masih basah

Selain kebiasaan, terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan masalah infeksi jamur di penis, seperti:

  1. Belum disunat
  2. Pengidap penyakit HIV/AIDS
  3. Penyakit menular seksual (PMS)
  4. Diabetes atau kadar gula darah tinggi
  5. Kondisi imunitas tubuh lemah

Gejala dari Infeksi Jamur di Penis

Awal kemunculannya, infeksi jamur ini dapat membuat area sekitar penis juga selangkangan muncul bercak-bercak putih atau smegma.

Sedangkan gejala lain yang juga mungkin akan muncul akibat infeksi jamur pada penis, ialah:

  1. Gatal-gatal
  2. Kulup sulit ditarik
  3. Rasa sakit pada penis
  4. Pecah-pecah pada kulup
  5. Kepala penis terasa panas dan gatal
  6. Nyeri dan bengkak diarea sekitarnya
  7. Kulit di area penis menjadi kemerahan dan lembap
  8. Area bawah atau lipatan kulup muncul bercak putih

Bahaya Jika Tidak Diobati

Untuk para pria yang sedang mengalami gejala seperti yang telah dijabarkan, jangan ragu untuk menghubungi dokter kulit kelamin terdekat.

Jangan dianggap sepele walau hanya masalah jamur karena jika tetap dibiarkan bisa jadi malah menyebabkan masalah. Walaupun pada setiap orangnya memiliki resiko yang berbeda-beda.

Berikut 3 bahaya akibat infeksi jamur di penis, seperti:

  1. Kanker penis
  2. Ereksi menjadi terganggu
  3. Menghambat darah ke penis menyebabkan impotensi

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Walaupun infeksi jamur ini dapat mudah menyerang namun bagi para pria tidak usah khawatir. Lakukan saran berikut ini untuk meminimalisir dan mencegah berkembangnya jamur Candida albicans.

Ada beberapa kebiasaan yang harus diperhatikan juga dilakukan untuk mencegah infeksi jamur dan menjaga kesehatan organ intim.

  1. Pakai sabun yang tidak menyebabkan iritasi
  2. Disarankan untuk melakukan sunat karena memiliki manfaat untuk kesehatan
  3. Jangan berganti pasangan seksual karena dikhawatirkan salah satu pasangan Anda sudah terinfeksi jamur vagina
  4. Pilih celana dalam berbahan katun dan tidak ketat
  5. Bersihkan dan keringkan penis saat selesai mandi, buang air, sebelum atau sesudah hubungan intim.

Konsultasikan Kondisi Anda dengan Klinik Raphael

Anda bisa menghubungi tim medis kami untuk mendapatkan pelayanan konsultasi online gratis dalam membantu mengatasi masalah infeksi jamur di kelamin ini.

Jelaskan gejala yang sedang dialami dan jangan takut terkait masalah privasi. Karena Klinik Raphael berkomitmen untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan data pasien yang berobat dengan kami.

Hubungi kami melalui WhatsApp dinomor 0813-9625-4650 (GRATIS) atau Anda bisa mengklik gambar di bawah ini.


Terima kasih & semoga artikel ini membantu!

Rabu, 05 Februari 2025

Penyebab Nyeri pada Testis dan Cara Mengatasinya

nyeri pada testis

Pernah ngerasain nyeri di testis tiba-tiba? Jangan anggap remeh, ya! Nyeri ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari cedera, infeksi seperti epididimitis, hingga kondisi serius seperti torsi testis yang butuh tindakan darurat.

Masalahnya, banyak yang malu atau mengabaikan rasa sakit ini, padahal bisa jadi tanda gangguan kesehatan yang lebih serius.

Data dari American Urological Association menyebutkan, sekitar 1 dari 4 pria mengalami nyeri testis dalam hidupnya, dan beberapa kasus memerlukan perawatan medis segera.

Cara mengatasinya tergantung penyebabnya, kalau karena infeksi, butuh antibiotik, kalau ada torsi, harus segera operasi.

Intinya, jangan tunggu sampai makin parah, kalau testis terasa sakit terus-menerus, segera periksa ke dokter!

Ketika testis mengalami nyeri, hal tersebut dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan juga dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Karenanya pria harus tau apa yang berpotensi menjadi penyebab nyeri pada testis dan tips mengatasinya.

Penyebab Nyeri pada Testis

  1. Cedera bisa disebabkan oleh aktivitas olahraga yang berlebihan, kecelakaan, atau trauma fisik.
  2. Infeksi pada saluran kemih, prostat, epididimis, atau testis itu sendiri dapat menyebabkan nyeri pada testis.
  3. Varikokel adalah pembengkakan vena yang terletak di sekitar testis.
  4. Torsi testis yang terjadi ketika testis mengalami putaran yang tiba-tiba. Hal ini dapat menghambat aliran darah dan menyebabkan nyeri pada testis.
  5. Batu ginjal dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke bagian panggul dan testis.
  6. Hidrokel adalah kondisi ketika cairan menumpuk di sekitar testis, yang dapat menyebabkan nyeri.

Cara Mengatasi Nyeri pada Testis

Setelah mengetahui penyebab nyeri pada testis, selanjutnya adalah bagaimana cara mengatasinya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
  1. Istirahat jika nyeri pada testis disebabkan oleh cedera, sebaiknya hindari aktivitas yang berlebihan dan berikan waktu istirahat yang cukup.
  2. Kompres air dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri pada testis. Anda bisa menggunakan handuk yang dicelupkan ke dalam air dingin dan ditempelkan pada area yang terasa nyeri.
  3. Konsumsi resep pereda nyeri yang dapat membantu mengurangi nyeri pada testis. Ini tentunya harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter kelamin terdekat sebelum meminumnya.
  4. Pijat lembut pada area testis dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan memperbaiki sirkulasi darah.
  5. Hindari aktivitas seksual yang berlebihan.
  6. Menjaga kebersihan organ intim dapat membantu mencegah infeksi yang bisa menyebabkan nyeri pada testis.

Konsultasi dengan Klinik Raphael Cikarang

Klinik Raphael hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan dan konsultasi dokter untuk membantu mengatasi masalah herpes kelamin pada pria dan wanita.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami! Segera hubungi Klinik Raphael melalui nomor WhatsApp 081396254650 (Free).

Jangan tunggu sampai gejala memburuk dan segera hubungi Klinik Raphael melalui WhatsApp untuk konsultasi dan pemeriksaan.


Rabu, 15 Januari 2025

Penyakit Kelamin Pada Wanita yang Sering Kali Tidak Disadari

penyakit kelamin pada wanita

Penyakit kelamin pada wanita sering kali tidak terdeteksi. Temukan informasi penting untuk menjaga kesehatan reproduksi Anda.

Ada beberapa penyakit kelamin yang jarang disadari oleh wanita karena gejalanya yang tidak selalu terlihat atau dirasakan. Beberapa penyakit kelamin yang jarang disadari oleh wanita adalah klamidia, trikomoniasis, dan vaginosis bakterial.

Klamidia 

Penyakit kelamin yang penyebabnya oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi klamidia. Klamidia dapat menyebabkan infeksi pada organ kelamin, saluran tuba, dan rahim.

Gejala klamidia pada wanita biasanya tidak terlihat atau dirasakan. Namun, beberapa wanita mungkin mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan saat buang air kecil, keluarnya cairan dari vagina, atau perdarahan di luar waktu menstruasi.

Untuk mencegah terkena klamidia, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:

  • Hindari hubungan seks tanpa kondom dengan pasangan yang tidak diketahui riwayat kesehatannya.
  • Gunakan kondom saat melakukan hubungan seks, terutama jika Anda tidak tahu riwayat kesehatan pasangan Anda.
  • Lakukan tes klamidia secara rutin jika Anda aktif secara seksual.

Trikomoniasis

Parasit Trichomonasvaginalis menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi trikomoniasis. Trikomoniasis dapat menyebabkan infeksi pada organ kelamin.

Gejala trikomoniasis pada wanita meliputi rasa sakit atau ketidaknyamanan saat buang air kecil, keluarnya cairan dari vagina yang berbau tidak sedap, dan gatal-gatal di sekitar organ kelamin.

Untuk mencegah terkena trikomoniasis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:

  • Hindari hubungan seks tanpa kondom dengan pasangan yang tidak diketahui riwayat kesehatannya.
  • Gunakan kondom saat melakukan hubungan seks, terutama jika Anda tidak tahu riwayat kesehatan pasangan Anda.
  • Lakukan tes trikomoniasis secara rutin jika Anda aktif secara seksual.

Vaginosis Bakterial

Vaginosis bakterial adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di dalam vagina. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan pertumbuhan berlebihan bakteri jahat di dalam vagina, yang dapat menyebabkan infeksi.

Gejala vaginosis bakterial pada wanita meliputi keluarnya cairan dari vagina yang berbau tidak sedap dan gatal-gatal di sekitar organ kelamin.

Untuk mencegah terkena vaginosis bakterial, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:

  • Hindari penggunaan sabun atau produk kebersihan vagina yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam vagina.
  • Hindari douching, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam vagina.
  • Lakukan tes vaginosis
  • Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat, karena dapat menyebabkan lembab dan meningkatkan pertumbuhan bakteri.
  • Gunakan kondom saat melakukan hubungan seks, terutama jika Anda tidak tahu riwayat kesehatan pasangan Anda.

Jika Anda mengalami gejala-gejala penyakit kelamin di atas, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Jangan menunda-nunda untuk berkonsultasi, karena semakin cepat ditangani, semakin baik kesembuhannya.

Konsultasi dengan Klinik Raphael Cikarang

Klinik Raphael hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan dan konsultasi dokter untuk membantu mengatasi masalah herpes kelamin pada pria dan wanita.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami! Segera hubungi Klinik Raphael melalui nomor WhatsApp 081396254650 (Free).

Jangan tunggu sampai gejala memburuk dan segera hubungi Klinik Raphael melalui WhatsApp untuk konsultasi dan pemeriksaan.

Jumat, 13 Desember 2024

Stop Menahan Kencing! Ini Bahayanya untuk Tubuh Anda

akibat sering menahan kenicing

Kebiasaan menahan kencing bukan hanya tidak nyaman, tapi juga bisa berdampak buruk pada kesehatan kita. Menahan kencing terlalu sering atau terlalu lama dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius.

Dalam artikel ini, kita akan membahas akibat dari terlalu sering menahan kencing dan apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.

Infeksi Saluran Kemih

Menahan kencing terlalu sering atau terlalu lama dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) pada wanita dan pria. Saat Anda menahan kencing, bakteri yang ada di dalam kandung kemih dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Gejala ISK meliputi rasa sakit atau nyeri saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil yang meningkat, dan rasa tidak nyaman di panggul atau perut bagian bawah.

Untuk mencegah infeksi saluran kemih, Anda harus selalu buang air kecil secara teratur dan hindari menahan kencing terlalu lama.

Inkontinensia Urin

Menahan kencing terlalu sering juga dapat menyebabkan inkontinensia urin. Inkotinensia urin adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat mengendalikan buang air kecil dengan baik.

Hal ini dapat terjadi karena menahan kencing terlalu sering atau terlalu lama dapat melemahkan otot panggul dan mengganggu fungsi kandung kemih.

Ini dapat menyebabkan kebocoran urin saat tertawa, bersin, atau batuk. Untuk mencegah inkontinensia urin, Anda harus buang air kecil secara teratur dan tidak menahannya terlalu lama.

Batu Ginjal

Menahan kencing terlalu sering juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Saat Anda menahan kencing, kandung kemih dapat menjadi terlalu penuh dan menyebabkan tekanan pada ginjal.

Tekanan ini dapat memicu pembentukan batu ginjal, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan masalah kesehatan yang serius.

Untuk mencegah batu ginjal, Anda harus buang air kecil secara teratur dan hindari menahan kencing terlalu lama.

Kanker Kandung Kemih

Menahan kencing terlalu sering juga dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih. Saat kandung kemih terlalu penuh, tekanan yang dihasilkan dapat memicu peradangan dan iritasi yang berkontribusi pada perkembangan kanker kandung kemih.

Konsultasi Masalah Penyakit Kelamin dengan Klinik Raphael

Klinik Raphael adalah pilihan terbaik untuk Anda yang mencari klinik dokter kelamin terdekat dengan pelayanan profesional dan terpercaya.

Kami menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk mengatasi masalah penyakit menular seksual (PMS), infeksi kulit kelamin, hingga keluhan seperti keputihan tidak normal.

    Chat WhatsappTelepon SelulerForm Reservasi Online
    ciri ciri bakteri neisseria gonorrhoeae
    ciri ciri bakteri neisseria gonorrhoeae
    ciri ciri bakteri neisseria gonorrhoeae

    Jumat, 29 November 2024

    Kenapa Wanita Lebih Beresiko Mengalami Anyang Anyangan

    anyang anyangan pada wanita

    Anyang-anyangan, atau dalam istilah medis disebut disuria, adalah kondisi yang sering dialami wanita, ditandai dengan sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil. Kondisi ini sangat mengganggu saat sedang beraktivitas sehari-hari.

    Ternyata, wanita lebih sering mengalami masalah anyang-anyangan dibanding pria.

    Mengapa Wanita Lebih Rentan?

    Lantas, apa yang menyebabkan wanita lebih rentan mengalami anyang-anyangan? Yuk, kita bahas dengan santai dan jelas!

    Bentuk dan panjang uretra

    Uretra adalah saluran yang menghubungkan kandung kemih ke luar tubuh untuk mengeluarkan urine. Nah, panjang uretra wanita itu cuma sekitar 3 sampai 4 cm, sedangkan pria bisa sampai 20 cm.

    Karena uretra wanita lebih pendek, bakteri jadi lebih mudah dan cepat mencapai kandung kemih.

    Sehingga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) atau sering disebut anyang-anyangan.

    Letak uretra

    Posisi uretra wanita juga lebih dekat dengan anus dibanding pria. Ini memudahkan bakteri dari usus besar, seperti E. coli, untuk berpindah ke uretra dan menyebabkan infeksi.

    Letak uretra lebih dekat dengan anus juga menyebabkan rentan terjadi perpindahan bakteri dari anus ke vagina.

    Makanya, penting banget untuk membersihkan area kewanitaan dengan benar, yaitu dari depan ke belakang.

    Aktivitas seksual

    Aktivitas seksual bisa meningkatkan risiko anyang-anyangan pada wanita. Saat berhubungan seks, bakteri bisa terdorong masuk ke uretra.

    Inilah kenapa setelah berhubungan seks, dianjurkan untuk buang air kecil untuk membantu membersihkan bakteri yang mungkin masuk.

    Kebersihan dan Produk Kewanitaan

    Wanita sering menggunakan produk kewanitaan seperti pembersih, pewangi, dan pantyliner yang bisa mengganggu keseimbangan alami bakteri baik di area kewanitaan. Penggunaan produk yang tidak tepat bisa menyebabkan iritasi dan infeksi.

    Kondisi medis

    Beberapa kondisi medis seperti penyakit ginjal, diabetes dan masalah dengan sistem kekebalan tubuh bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada wanita.

    Diabetes, misalnya, bisa menyebabkan urine mengandung lebih banyak gula, yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

    Kapan Harus ke Dokter?

    Kalau gejala anyang-anyangan tidak kunjung hilang setelah beberapa hari, atau malah disertai dengan gejala lain seperti demam, nyeri punggung, atau darah dalam urine, sebaiknya segera konsultasi ke dokter kelamin.

    Infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan masalah yang lebih serius.

    Wanita lebih rentan mengalami anyang-anyangan dibanding pria karena berbagai faktor anatomi, hormonal, dan kebiasaan sehari-hari.

    Jadi, itulah beberapa alasan kenapa wanita lebih rentan mengalami anyang-anyangan dibanding pria.

    Dengan memahami penyebabnya, kita bisa lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Stay healthy and take care, ladies!

    Selasa, 12 November 2024

    Penyebab Anyang Anyangan dan Bagaimana Mengatasinya

    penyebab anyang anyangan

    Anyang-anyangan atau disuria adalah kondisi dimana rasa ingin terus buang air kecil namun urin yang keluar sedikit dan disertai rasa sakit atau nyeri. Kondisi seperti ini seringkali dirasakan oleh wanita, meskipun pria juga bisa mengalaminya.

    Halo sobat Klinik Raphael! Pernah ngerasain gak sih kamu sering bolak-balik buat buang air kecil, tapi saat sudah di toilet urin yang keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali?

    Kondisi seperti itu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jadi apa sih yang menyebabkan anyang-anyangan dan apa yang harus dilakukan saat kamu mengalaminya?

    Yuk bahas masalah anyang-anyangan ini dalam artikel berikut.

    Penyebab Anyang-anyangan

    Penyebab anyang-anyangan cukup beragam dan sebenarnya bukanlah suatu penyakit. Namun nyang-anyangan menjadi pertanda atau gejala akibat kondisi tertentu karena terganggunya sistem kemih.

    Jika anyang-anyangan tidak diobati, maka akan mempengaruhi kesehatan dan memperburuk gejala dari penyakit yang dialami.

    Oleh karena itu, kamu harus tau apa saja yang menyebabkan terjadinya kondisi anyang-anyangan. Karena penyebab anyang-anyangan cukup beragam sehingga pengobatannya juga berbeda.

    Berikut ini beberpa kondisi yang harus kamu ketahu sebagai penyebab masalah anyang-anyangan, seperti:

    Infeksi saluran kemih (ISK)

    mengatasi anyang anyangan
    Infeksi saluran kemih menjadi penyebab masalah anyang-anyangan yang paling sering. Ini terjadi akibat bakteri Escherichia coli (E. coli) masuk ke uretra lalu naik ke saluran kemih.

    Gejala yang muncul akibat infeksi saluran kemih dan terkait dengan anyang-anyangan, seperti:
    • Demam
    • Sakit ketika buang air kecil
    • Sering buang air kecil
    • BAK sedikit atau tidak tuntas
    • Urine menjadi lebih keruh dan berbau menyengat

    Infeksi menular seksual

    Gejala akibat infeksi menular seksual seperti nyeri saat BAK mirip dengan infeksi saluran kemih. Oleh karenanya banyak orang yang keliru dalam mendiagnosisnya, sehingga dibutuhkan pemeriksaan dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.

    Infeksi menular seksual seperti gonore atau kencing bernanah, trikomoniasis, klamidia dan herpes bisa menyebabkan masalah anyang-anyangan.

    Penularan penyakit menular seksual ini karena hubungan seksual yang sembarangan.

    Sayangnya tidak sedikit orang yang kurang memahami tentang IMS seringkali tidak menyadari bahwa ia tertular dari pasangannya.

    Aktivitas seksual bisa menyebabkan bakteri masuk ke saluran kemih, terutama pada wanita. Itulah kenapa setelah berhubungan seksual, disarankan untuk buang air kecil.

    Peradangan pada kelenjar prostat

    Pada pria, masalah infeksi menular seksual sering disebabkan karena terjadinya peradangan atau bengkak pada kelenjar prostat. Biasanya kelenjar prostat akan perlahan membesar seiring dengan bertambahnya usia.

    Saat pembesaran prostat ini terjadi maka dinding kandung kemih ikut menebal, sehingga dapat menekan uretra. Lalau kamu bisa mengalami kesulitan untuk mengosongkan urin pada kandung kemih.

    Urin yang berada pada kandung kemih dalam waktu lama bisa menjadi pemicu terjadinya rasa nyeri akibat peradangan dan infeksi pada uretra. Kondisi ini disebut prostatitis.

    Penyakit batu ginjal

    penyebab anyang anyangan
    Batu ginjal bisa menyebabkan kamu mengalami anyang-anyangan yang diakibatkan terjadinya iritasi, penyumbatan dan infeksi pada saluran kemih.

    Endapan keras dalam ginjal dari zat-zat yang terkadung dalam urin seperti kalsium, oksalat dan asam urat bisa menyebabkan sumbatan.

    Sumbatan ini menyebabkan terganggunya aliran urin sehingga menambah tekanan pada kandung kemih. 

    Batu ginjal juga bisa menyebabkan iritasi akibat goresan pada dinding ureter pada saat batu bergetrak melewatinya.

    Itulah kenapa kamu merasa ingin buang air kecil namun urin yang keluar hanya sedikit dan disertai rasa nyeri hingga sensasi panas.

    Cara Mengatasi Anyang Anyangan

    Perlu diingat saran ini bersifat umum, jika kamu mengalami masalah anyang-anyangan sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

    Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi gejala anyang-anyangan, diantanya:
    Istirahat yang cukup untuk meningkatkan antibodi.

    Banyak minum air putih untuk membantu mengencerkan urine dan mengeluarkan bakteri dari saluran kemih.
    • Mengompres dengan air hangat di area perut bawah untuk meredakan nyeri.
    • Bersihkan area genital dengan bersih seperti membersihkan dari arah depan ke belakang.
    • Jangan lagi menahan buang air kecil.
    • Perbanyak makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan yang kaya vitamin C.
    • Jangan dulu minum kopi, the, soda dan makan makanan yang pedas.

    Konsultasi Masalah Anyang Anyangan dengan Klinik Raphael

    Jika kamu memiliki gejala atau masalah anyang-anyangan segera lakukan pemeriksaan dengan Klinik Raphael. Supaya keluhan cepat ditangani dan mencegah komplikasi yang lebih parah lagi.

    Dengan melakukan pemeriksaan di Klinik Raphael, kamu akan mendapatkan pemeriksaan yang tepat, sehingga pengobatannya dapat disesuaikan dengan apa penyebabnya.

    Konsultasi online gratis dengan dokter dinomor 081396254650.

    Rabu, 04 September 2024

    Dampak IMS Bagi Kesehatan Reproduksi

    bahyaa penyakit menular seksual

    Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah infeksi yang bisa ditularkan melalui kontak seksual baik itu melalui oral, anal maupun vagina dari orang yang sudah terinfeksi. Penyebabnya berbagai jenis infeksi seperti bakteri, virus, atau parasit.

    Tidak sedikit pasien yang kurang memahami cara penularan PMS sehingga tanpa disadari terinfeksi penyakit menular seksual dari pasangan mereka.

    Perlu dipahami bahwa penyakit ini tidak hanya berpengaruh pada kesehatan umum, tetapi juga bisa mempengaruhi kesehatan reproduksi orang yang terinfeksi.

    Kesehatan reproduksi adalah hal yang harus diperhatikan baik bagi pria maupun wanita. Menjaga kesehatan reproduksi tidak hanya melibatkan aspek fisik, tetapi juga emosional dan sosial.

    Pada kesemparan kali ini Klinik Raphael akan membahas tentang dampak atau pengaruh penyakit menular seksual pada kesehatan reproduksi. Pembahasan dalam artikel ini termasuk pentingnya kesehatan reproduksi, jenis dan pencegahan PMS.

    Macam Penyakit Menular Seksual

    Di bawah ini beberapa jenis penyakit yang bisa dikategorikan sebagai penyakit menular seksual (PMS), diantaranya:

    1. Klamidia
    2. Herpes genital
    3. Sifilis atau raja singa
    4. Gonore atau kencing nanah
    5. Human papilloma virus (HPV)
    6. Human immunodeficiency virus (HIV)

    Gejala Umum IMS

    Tiap jenis penyakit mempunyai gejalanya masing-masing tergantung dari bakteri atau virus yang menginfeksinya. Namun gejala PMS yang sering muncul pada orang yang terinfeksi umumnya, seperti:

    1. Keputihan tidak normal
    2. Keluar cairan dari kelamin
    3. Sakit saat buang air kecil
    4. Sakit saat hubungan intim
    5. Luka pada alat kelamin

    Pengaruh IMS pada Kesehatan Reproduksi

    Infeksi menular seksual jika tidak segera ditangani dengan tepat maka akan meningkatkan terjadinya komplikasi yang serius. Sehingga berdampak pada kesehatan reproduksi pria maupun wnaita.

    Jika merasa muncul gejala-gejala seperti yang telah disebutkan atau gejala lain yang mengganggu, segera hubungi klinik kelamin terdekat.

    Dampak PMS pada kesehatan reproduksi pria

    1. Kanker penis dan testis yang diakibatkan oleh iinfeksi HPV.
    2. Epididimitis atau peradangan pada epididymis sehingga terjadinya pembengkakan di testis.
    3. Kemandulan atau infertilitas akibat dari infeksi gonore dan klamidia, karena bisa merusak saluran sperma.
    4. Prostatitis atau infeksi yang menyebabkan peradangan pada prostat dan dapat mengakibatkan nyeri juga masalah buang air kecil.

    Dampak PMS pada kesehatan reproduksi wanita

    1. Infeksi akibat virus HPV dapat menyebabkan kanker serviks.
    2. Resiko lebih tinggi mengalami keguguran, kelahiran prematur, dan infeksi pada bayi yang baru lahir.
    3. Radang Panggul (PID) yang menyebabkan kerusakan permanen akibat infekti telah menyebar ke bagian atas organ reproduksi.
    4. Infertilitas akibat infeksi klamidia dan gonore dapat merusak tuba falopi, sehingga menghalangi pertemuan sperma dan sel telur.
    Klinik Raphael Cikarang menyediakan layanan kesehatan khusus untuk menangani berbagai masalah Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti gonore, kutil kelamin, sifilis, dan lainnya.

    Dengan tim medis berpengalaman dan peralatan modern, kami berkomitmen untuk memberikan perawatan yang aman, efektif, dan penuh privasi demi kesehatan Anda.

    Hubungi dokter kami melalui konsultasi online gratis di nomor wa 081396254650.



    Rabu, 10 Juli 2024

    Penyebab, Pengertian dan Perbedaan HIV dan AIDS

    perbedaan hid dan aids

    HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh dengan cara menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. semakin banyak sel CD4 yang hancur, maka semakin melamah daya tahan tubuh sehingga akan rentan diserang berbagai penyakit.

    Lebih tepatnya HIV ini menyerang salah satu sel di dalam sel darah putih, yaitu sel T atau CD4. Dimana sel tersebut memiliki peran penting untuk menjaga imun tubuh dan memerangi infeksi yang masuk kedalam tubuh. 

    HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi yang serius yang disebut dengan AIDS (Acquired immunodeficiency syndrome). AIDS merupakan stadium akhir dari infeksi HIV, pada tahap ini kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

    Dengan kata lain, perbedaan dari HIV dan AIDS yaitu HIV adalah virus yang menyebablan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Sedangkan AIDS adalah kondisi gangguan kesehatan yang diakibatkan dari melemahnya sistem kekebalan tubuh tersebut.

    Cara Penularan HIV/AIDS

    HIV akan ditularkan melalui adanya kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. sangat perlu diketahui, bahwa HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air liur, gigitan nyamuk ataupun sentuhan fisik.

    Penyebab HIV dan AIDS

    HIV tentunya disebabkan oleh suatu virus yaitu human immunodeficiency virus. Jika tidak diobati, maka HIV akan semakin memburuk dan akan berkembang menjadi AIDS.

    Virus ini akan ditularkan melalui:
    1. Hubungan seks baik itu vaginal atau anal
    2. Penggunaan jarum suntik bersamaan
    3. Transfusi darah. meskipun jarang
    HIV dapat menular dari ibu ke anak selama masa kehamilan, melahirkan dan juga menyusui.

    Faktor Resiko HIV dan AIDS

    Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan HIV, adalah sebagai berikut:
    1. Penggunaan jarum suntik secara bersamaan
    2. Berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan pengaman (kondom)
    3. Melakukan pekerjaan yang melibatkan adanya kontak dengan cairan tubuh tanpa menggunakan alat pelindung diri yang cukup

    Gejala dari Infeksi HIV dan AIDS

    Kebanyakan pada penderita denga HIV mengalami flu ringan pada 2 sampai 6 minggu setelah terinfeksi virus HIV. Flu bisa disertai juga dengan gejala lain dan dapat bertahan selama 1 sampai 2  minggu.

    Setelah flu membaik, gejala lain mungkin tidak akan terlihat selama bertahun-tahun meskipun virus HIV terus merusak sistem kekebalan tubuh penderitanya, sampai HIV berkembang ke stadium akhir yaitu AIDS.

    Pada beberapa kasus, seseorang baru mengetahui bahwa dirinya terinfeksi HIV setelah melakukan pemeriksaan diri ke dokter kelamin. Setelah ia terkena penyakit parah yang disebebkan oleh melemahnya daya tahan tubuh.
    Penyakit parah yang dimaksud antara lain yaitu:
    1. Diare kronis
    2. Pneumonia
    3. toksoplasmosis otak
    HIV aalah penyakit yang akan diderita seumur hidup, dengan kata lain, virus HIV akan menetap didalm tubh penderitanya seumur hidupnya.

    Meskipun belum ada metode pengobatan untuk mengatasi HIV, namun ada obat yang dapat memperlambat perkembangan penyakit ini dan dapat meningkatkan harapan hidup penderitanya.

    Komplikasi Akibat HIV dan AIDS

    Infeksi HIV membuat sistem kekebalan tubuh melemah, sehingga tubuh menjadi lebih rentan untuk terserang berbagai penyakit, diantaranya yaitu:
    1. Tuberkulosis merupakan suatu infeksi pada paru-paru yang sering menyerang penderita HIV, bahkan menjadi penyebab utama kematian pada penderirta AIDS.
    2. Toksoplasmosis ialah infeksi parasit yang dapat memicu terjadinya kejang jika sampai menyebar ke otak.
    3. Cytomegalovirus adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh salah satu kelompok virus herpes. infeksi ini dapat menyebab terjadinya kerusakan pada mata, saluran pencernaan dan paru-paru.
    4. Candidiasis adalah infeksi akibat adanya jamur candida, yang dapat menyebabkan terjadinya ruam pada sejumlah area tubuh.
    5. Kriptosporidiosis adalah suatu infeksi akibat adanya parasit yang hidup didalam sistem pencernaan.
    6. Meningitis kriptokokus ini aalah suatu peradangan pada selaput otak dan tulang belakang yang disebabkan oleh jamur.
    7. Wasting syndrome adalah suatu kondisi ketika penderita AIDS kehilangan 10% berat badan, kondisi ini juga biasanya disertai dengan diare dan juga demam kronis.
    8. HIVAN (HIV-associated nephropathy) adalah peradangan pada saringan di ginjal. kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada proses pembuangan limbah sisa metabolisme dari tubuh.
    9. Gangguan neurologis, meskipun AIDS tidak menginfeksi sel saraf, namun penderintanya dapat mengalami depresi, mudah marah, bahka sulit untuk berjalan. salah satu gangguan saraf yang paling sering menyerang penderita AIDS ialah demensia.
    Selain dari sejumlah penyakit diatas, ada jenis kanker yang dapat menyerang penderita HIV, diantaranya yaitu sarkoma kaposi dan limfoma.

    Sarkoma kaposi adalah kanker yang dapat muncul di sepanjang pembuluh darah atau saluran getah bening. sedangkan limfoma merupakan kanker pada kelenjar getah bening.

    Pencegahan dari Infksi HIV dan AIDS

    Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari dan meminimalkan terjadinya penularan HIV:
    1. Tidak berganti-ganti pasangan seksual
    2. Menghindari penggunaan narkoba, terutama jenis suntik
    3. Menggunakan pengaman (kondom) saat berhubungan seksual
    4. Mencari infromasi yang tepat dan benar terkait HIV, cara penularan, pencegahan dan juga pengobatannya, terutama bagi anak remaja.
    Penderita yang telah terdiagnosis HIV harus segera mendapatkan pengobatan berupa terapi antiretroviral (ARV). Terap ARV ini bekerja untuk mencegah virus HIV bertambah banyak sehingga tidak menyerang sistem kekebalan tubuh.

    Konsultasi Dokter Online (WA)

    Hubungi Klinik Raphael Cikarang untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang infeksi HIV dan HIV dengan menhgklik salah satu gambar di bawah ini.

    Chat WhatsappTelepon SelulerForm Reservasi Online
    jual obat gonore di bekasi kota
    jual obat gonore di bekasi kota
    jual obat gonore di bekasi kota


    Kamis, 16 Mei 2024

    Penyebab Menularnya Penyakit Kelamin pada Seseorang

    penularan penyakit kelamin

    Infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual sering terjadi pada pria dan wanita. Apalagi jika gaya hidup seksual seseorang ditandai dengan jumlah pasangan seksual yang tinggi. Cara hidup ini menempatkan seseorang pada risiko tertular penyakit menular seksual (PMS).

    Menurut WHO, mungkin ada lebih dari 1 juta kasus infeksi menular seksual di seluruh dunia setiap hari. Lebih buruk lagi, banyak dari infeksi ini tidak memiliki gejala. Kasus tahunan klamidia, gonore, trikomoniasis, dan sifilis berjumlah 374 juta.

    Dengan banyaknya kasus seperti ini, kita semua harus lebih berhati-hati agar terhindar dari infeksi menular seksual. Pertahankan satu pasangan setia sehingga Anda tidak tertular infeksi karena memiliki banyak pasangan. Karena IMS biasanya ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang sudah terinfeksi.

    Ketika infeksi menular seksual (IMS) pertama kali menginfeksi tubuh, biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun, terutama pada wanita. Untuk melindungi diri dari infeksi kelamin ini, Anda harus mewaspadai setiap gejala yang tampak mencurigakan.

    Anda juga harus diskrining atau diuji untuk penyakit kelamin. Kunjungi penyedia layanan kesehatan setempat atau, lebih khusus lagi seperti klinik kelamin terdekat.

    Jika Anda terinfeksi, lakukan tes STD ini untuk mengurangi keparahan gejala Anda. Penyakit ini akan segera diidentifikasi, dan penyembuhan yang tepat akan diberikan oleh dokter. Ini memungkinkan Anda untuk mengatasinya sesegera mungkin sebelum komplikasi muncul.

    Beberapa penyakit kelamin, jika tidak segera ditangani, dapat membuat sulit untuk hamil. Setelah berkonsultasi dengan dokter, Anda akan mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasinya.

    Penyebab Penularan Penyakit Kelamin

    klinik kelamin cikarang

    Penularan penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore dan sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri, yang disebabkan oleh empat kebiasaan buruk yang umum. Penyebaran infeksi menular seksual sering diabaikan, bahkan jika itu disebabkan oleh kebiasaan buruk Anda.

    Untuk itu, mari kita lihat faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit kelamin ini, seperti:

    Tidak menggunakan kondom

    Hubungan intim tanpa menggunakan kondom dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan. Apalagi jika Anda menikmati berhubungan seks dengan banyak pasangan. Terlepas dari risiko kesehatan yang jelas, beberapa orang merasa menggunakan kondom bisa mengurangi sensasi.

    Namun jika dilihat dari kesehatan, kondom dapat mencegah penularan penyakit kelamin meskipun ini belum benar-benar dapat mencegahnya.

    Bila Anda tidak menggunakan kondom saat berhubungan intim, Anda meningkatkan peluang tertular berbagai penyakit kelamin.

    Beberapa penyakit menular seksual yang ditularkan melalui cairan tubuh seperti sperma adalah gonore, sifilis, klamidia, dan HIV/AIDS. Bakteri dapat dengan mudah menginfeksi tubuh melalui sperma pasangan saat hubungan seksual tidak terlindungi.

    Baca juga: Mencegah infeksi penyakit kelamin

    Menggunakan mainan seks secara bersamaan

    Jangan menerima begitu saja ketika teman Anda berbagi mainan seks, terlebih jika tidak dibersihkan dahulu. Ini bisa menjadi sumber penularan bakteri penyakit kelamin melalui cairan mainan seks.

    Jika Anda menggunakan mainan seks yang sama, bersihkan terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk menghilangkan virus dan bakteri yang telah menempel pada mainan seks yang akan digunakan kembali.

    Mainan seks, selain menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan virus, juga bisa mengiritasi vagina. Jika Anda ingin menggunakan mainan seks, harus lebih berhati-hati. Jika memungkinkan, hindari menggunakan mainan seks secara bersamaan tanpa membersihkannya terlebih dahulu.

    Sering berganti pasangan intim

    Kebiasaan berganti pasangan seksual paling berbahaya, karena sangat berperan dalam penyebaran penyakit kelamin. Apalagi jika Anda tidak pilih-pilih pasangan, karena salah satunya bisa saja terinfeksi bakteri kelamin.

    Bakteri tersebut kemudian akan sangat mudah berpindah dan menginfeksi Anda jika Anda berhubungan seks dengannya.

    Pada wanita, penyakit kelamin ini seringkali tidak menimbulkan gejala pada awalnya, sehingga dia tidak menyadari bahwa dia terinfeksi. Akibatnya, menentukan apakah pasangan wanita terinfeksi atau tidak menjadi sulit.

    Sangat disarankan agar Anda tidak berganti pasangan seksual; tujuannya adalah untuk menghindari penyebaran infeksi. Selanjutnya, setia pada satu pasangan membuat Anda menjadi pasangan yang hebat baginya.

    Gejala Umum Penyakit Kelamin

    Gejala infeksi penyakit kelamin pada setiap orang berbeda-beda, tergantung dari jenis infeksinya. Namun ada beberapa gejala umum yang sering muncul, seperti:
    1. Nyeri pada perut bagian bawah
    2. Keputihan yang tidak biasa
    3. Luka, ruam atau benjolan di sekirar alat kelamin, anus dan mulut 
    4. Rasa sakit atau sensasi pasan seperti terbakar saat buang air kecil
    Banyak penyakit kelamin yang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal infeksinya. Sehingga orang bisa saja terinfeksi atau menularkan penyakit kelamin tanpa disadari.

    Konsultasi dengan Klinik Raphael Cikarang

    klinik raphael cikarang

    Klinik Raphael Cikarang adalah fasilitas kesehatan yang khusus menangani berbagai masalah kesehatan seksual dan reproduksi. Klinik ini berfokus pada diagnosa, pengobatan, serta pencegahan penyakit menular seksual (PMS), termasuk HIV/AIDS, sifilis, gonore, klamidia, dan herpes genital.

    Selain pelayanan medis, klinik kami juga aktif dalam program edukasi dan pencegahan. Edukasi ini penting untuk mengurangi stigma yang seringkali melekat pada PMS dan untuk mendorong perilaku seksual yang sehat.

    Alamat klinik raphael: Jl MH Thamrin, Ruko Roxy Blok B No.17, Cibatu, Cikarang Selatan, Bekasi.

    Hubungi dokter kami dinomor 0813-9625-4650 (gratis).

    Tindakan Setelah Dilakukan Diagnosis

    Setelah Anda melakukan pemeriksaan dengan dokter dan hasil dari diagnosis tersebut dicurigai terinfeksi penyakit kelamin, maka penting untuk mengikuti saran seperti:

    1. Menginformasikan kondisi ke pasangan
    2. Mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter
    3. Menghindari aktivitas seksual untuk sementara waktu
    Semua itu dilakukan demi kesehatan Anda dan mencegah menularkan kembali ke pasangan Anda. Dengan mengikuti saran yang diberikan maka diharapkan infeksi akan segera sembuh.

    Terima kasih, semoga cepat sembuh.

    Selasa, 30 April 2024

    9 Penyebab Adanya Benjolan pada Miss V

    Benjolan pada vagina

    Benjolan pada vagina seringkali menjadi perhatian serius bagi banyak wanita. Walaupun variasi bentuknya bisa beragam, benjolan ini seringkali menjadi tanda masalah kesehatan yang memerlukan penanganan yang tepat.

    Artikel ini akan membahas penyebab, gejala, dan pengobatan berbagai jenis benjolan yang ada pada miss v.

    Penyebab Benjolan pada Vagina

    Kista Bartholin

    Salah satu penyebab umum benjolan pada vagina adalah kista bartholin, yang terbentuk ketika kelenjar bartholin pada kedua sisi vagina tersumbat.

    Biasanya tidak menyakitkan, namun kista bartholin bisa menjadi besar dan menyebabkan ketidaknyamanan. Pengobatan meliputi kompres hangat atau, dalam beberapa kasus membuatuhkan bantuan dokter.

    Lipoma

    Lipoma adalah pertumbuhan lemak berlebihan di bawah kulit yang dapat muncul di daerah genital dan menyerupai benjolan. Pengangkatan lipoma mungkin diperlukan jika menyebabkan gejala atau ketidaknyamanan.

    Kista Ovarium

    Benjolan dapat terbentuk di ovarium dalam bentuk kista ovarium. Mereka bisa menjadi besar dan menyebabkan rasa sakit di daerah panggul. Pengobatan bergantung pada ukuran kista dan apakah mereka bersifat ganas atau tidak. Beberapa kista ovarium mungkin memerlukan tindakan bedah.

    Liposarkoma

    Liposarkoma adalah jenis kanker yang sangat jarang terjadi tetapi bisa terbentuk di area genital dan menyerupai benjolan.


    Infeksi

    Infeksi pada vagina atau daerah sekitarnya dapat menyebabkan pembengkakan dan benjolan. Infeksi seperti herpes genital, kutil kelamin, atau infeksi jamur bisa menjadi penyebab benjolan.

    Pengobatan tergantung pada jenis infeksi dan dapat melibatkan penggunaan obat antiviral atau antijamur.

    Varises

    Tidak hanya pada kaki, namun varises juga dapat muncul di area vagina. Jika terjadi maka akan menyebabkan pembengkakan pembuluh darah vena yang kemudian meyebabkan benjolan di daerah tersebut.

    Benjolan ini biasanya memiliki warna kebiruan dan berbentuk memanjang seperti pembuluh darah. Kondisi ini terjadi akibat pembengkakan pada pembuluh darah vena, dan varises di daerah kelamin.

    Varises biasa ditemukan pada 1 dari 10 wanita yang sedang hamil maupun sudah lanjut usia.

    Moluskum kontagiosum

    Menjadi salah satu penyebab lain dari munculnya benjolan pada bibir vagina. Benjolan ini dapat ditemukan tidak hanya dibagian vagina, namun juga pada vulva sampai anus. Penyakit moluskum kontagiosum disebabkan oleh infeksi virus dari keluarga poxvirus.

    Prolaps uteri

    Prolaps uteri terjadi karena melemahnya otot dasar panggul yang bertugas untuk mendukung organ reproduksi. Penyakit ini menyebabkan rahim “turun atau merosot” ke dalam vagina.

    Sumbatan kelenjar lemak

    Penyebab benjolan di area vagina dapat juga berkaitan dengan sumbatan pada kelenjar lemak. Ini terjadi ketika ada penumpukan yang cukup besar dari kelenjar lemak di sekitar vagina. Akibatnya, muncul benjolan kecil berwarna putih kekuningan yang sering disebut sebagai fordyce spot.

    Meskipun jumlahnya bisa bertambah seiring dengan usia, benjolan di vagina ini pada umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan khusus.

    Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

    Meskipun beberapa benjolan pada vagina mungkin tidak serius, ada beberapa tanda yang harus mendorong Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter, seperti:
    • Benjolan yang disertai dengan nyeri yang parah
    • Benjolan yang tumbuh dengan cepat atau berubah warna.
    • Benjolan yang berdarah atau berisi cairan.
    • Riwayat kanker dalam keluarga
    • Benjolan yang terjadi pada wanita di atas usia 40 tahun.
    Benjolan pada vagina memiliki berbagai penyebab dan gejala yang beragam. Penting untuk tidak mengabaikan benjolan ini dan segera berkonsultasi dengan dokter kelamin terdekat jika Anda merasa khawatir atau mengalami gejala yang mencurigakan.

    Pengobatan yang tepat akan bergantung pada penyebabnya, dan pemeriksaan medis yang teliti adalah langkah pertama yang penting dalam menentukan diagnosis dan rencana perawatan yang sesuai.

    Konsultasi dengan dokter Klinik Raphael di nomor 0813-9625-4650.



    Senin, 12 Februari 2024

    Pentingnya Menjaga Keseimbangan pH pada Vagina

                  menjaga ph vagina

    Kadar keasaman atau pH pada vagina cukup memengaruhi terbentuknya ekosistem vagina yang sehat. Mempertahankan pH vagina sesuai dengan yang seharusnya sangatlah penting guna menjaga kesehatan organ kewanitaan.

    Adanya perubahan pH vagina tentunya dapat merusak keseimbangan antara bakteri baik dan juga bakteri jahat. jika bakteri baik berkurang tentu saja bakteri jahat akan terus berkembang. Begitupun sebaliknya. kondisi ini dapat memicu keputihan yang tidak normal.

    Keseimbangan bakteri yang terganggu dan pH vagina yang berubah paling sering akan menimbulkan keluhan seperti keputihan yang tidak seperti normal.

    Hal yang Memengaruhi pH Vagina

    menjaga ph vagina


    Berikut ini  adalah hal-hal yang dapat menyebabkan pH pada vahina menjadi terganggu:

    Haid atau Menstruasi

    Ketika wanita sedang haid, maka pH vaina dapat meningkat. kondisi ini dikarenakan darah yang keluar akan tertamoung selama beberapa saat di pembalut ataupun tampon yang digunakan.

    Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk sering mengganyi pembalut atau tampon, terutama jika volume darah haid sedang banyak.

    Pembersih Kewanitaan

    Mencuci vagina menggunakan sabun ataupun antiseptik lainnya yang berbahan kimia yang tidak sesuai dengan pH vagina tentunya akan merusak kesehatan area vagina. Selain itu juga, terlalu sering melakukan douching (menyemprotkan cairan pembersih kedalam vagina) juga tidak dianjurkan.

    Melakukan douching dengan menggunakan cairan yang terdiri dari campuran berbagai bahan kimia seperti air, pewangi dan juga cairan antiseptik dapat merusak pH.

    Selain dari membunuh bakteri jahat tapi juga membunuh bakteri baik yang menjaga organ kewanitaan.

    Baca juga: Cara Ampuh Mengobati Kutil di Kelamin

    Vaginosis Bakterialis

    Adanya vaginosis bakterialis disebabkan oleh pertumbuhan bakteri anaerob pada vagina. Ciri-ciri dari kondisi ini ialah keputihan yang berwarna kekuningan hingga kehijauan, yang juga disertai dengan gatal dan juga berbau amis.

    Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang aktif berhubungan seksual.

    Usia

    Wanita yang menjelang masa menopause akan mengalami peningkatan pH vagina. Penurunan estrogen semasa menopause dapat menyebabkan pH pada vagina akan meningkat. 

    Selain dari itu, remaja yang baru saja mulai haid lebih cenderung memilki siklus haid yang tidak normal akibat adanya adaptasi hormon reproduksi. hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko naiknya pH vagina.

    Penggunaan Antibiotik

    Antibiotik yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi suatu penyakit, tidak hanya membunuh bakteri jahat didalam tubuh, tetapi juga dengan bakteri baiknya. Kondisi ini termasuk juga bakteri baik didalam vagina yang membantu pengaturan keseimbangan pH vagina normal.

    Infeksi Parasit

    Trikomoniasis merupakan infeksi parasit pada vagina. kondisi ini ditandai dengan adanya keputihan yang berwarna hijau, dapat berbuoh, berbau tidak sedap dan juga dapat disertai rasa gatal. Infeksi trikomoniasis ini termasuk ke dalam penyakit menular seksual.

    Cara Menjaga Kesimbangan pH Vagina

    Agar pH vagina tetap seimbang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

    • Hindari melakukan douching
    • Membersihkan area kewanitaan dengan benar
    • Sering mengganti pembalut atau tampon saat haid
    • Gunakan pengaman (kondom) saat berhubungan seksual
    • Menggunakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan juga menyerap keringat
    Apabila mengalami gejala dari keputihan yang tidak normal, seperti tekstur yang berbeda, berbau, dan juga warna yang tidak seperti biasanya. Maka segeralah memeriksakan diri dengan klinik kelamin terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


    Chat WhatsappTelepon SelulerForm Reservasi Online
    jual obat gonore di bekasi kota
    jual obat gonore di bekasi kota
    jual obat gonore di bekasi kota

    Senin, 09 Oktober 2023

    Cara Mencegah Infeksi Gonore atau Kencing Nanah

    kencing nanah

    Cara sederhana untuk mencegah gonore atau kencing nanah termasuk setia pada salah satu pasangan seksual Anda. Sangat penting untuk mencegah penyakit ini untuk menghindari gejala dan penyebab infeksi yang dapat membahayakan kesehatan Anda secara keseluruhan.

    Simak penjelasan lengkap cara mencegah penyakit kencing nanah (gonore) di bawah ini, yuk!

    Bagaimana langkah-langkah pencegahan gonore?

    Sebelum membahas pencegahan gonore, sebaiknya pahami dulu apa itu gonore. Gonore adalah infeksi bakteri menular yang terutama mempengaruhi saluran kemih, rektum, dan tenggorokan.

    Gonore dapat menginfeksi rahim dan sistem reproduksi, terutama pada wanita. Aktivitas seksual adalah cara paling umum penularan gonore.

    Bakteri penyebab gonore hidup di organ reproduksi, rektum (anus), mulut, dan tenggorokan. Akibatnya, berhubungan seks dengan orang yang sudah terinfeksi gonore dapat menyebabkan Anda tertular penyakit tersebut.

    Namun, Anda tidak perlu khawatir karena gonore dapat dihindari. Anda harus mematuhi upaya pencegahan gonore berikut ini:

    Menggunakan kondom saat berhubungan seksual

    Cara paling efektif untuk mencegah gonore adalah dengan menghindari hubungan seks. Jika Anda tetap ingin berhubungan seks tetapi ingin terhindar dari penyakit gonore, pastikan Anda menggunakan kondom.

    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penggunaan kondom lateks pria dapat mengurangi penularan penyakit menular seksual seperti gonore dan HIV.

    Pasalnya, selain mencegah kehamilan, kondom juga berfungsi untuk menjaga sperma dan cairan pra-ejakulasi pria agar tidak langsung masuk ke dalam vagina.

    Namun, Anda harus menyadari bahwa kondom tidak memberikan perlindungan lengkap terhadap penyakit menular seksual.

    Hanya memiliki satu pasangan untuk seks

    Cara lain untuk menghindari gonore adalah dengan membatasi hubungan seks hanya dengan satu pasangan (monogami).

    Monogami didefinisikan oleh CDC sebagai kesepakatan antara Anda dan pasangan untuk saling setia dalam semua aktivitas seksual.

    Untuk melakukan langkah pencegahan gonore ini dengan sukses, Anda harus terlebih dahulu memastikan bahwa Anda dan pasangan tidak terinfeksi bakteri penyebab gonore (Neisseria gonorrhoeae).

    Akibatnya, sangat penting untuk berdiskusi secara terbuka tentang hal ini dengan pasangan Anda.
    Jangan berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi.

    Gonore mudah menular melalui cairan kelamin. Akibatnya, gonore mudah menular melalui aktivitas seksual, baik vaginal, anal, maupun oral.

    Akibatnya, Anda harus menghindari berhubungan seks dengan orang yang menderita gonore karena meningkatkan peluang Anda tertular penyakit tersebut.

    Jika pasangan Anda memiliki gejala gonore yang terlihat jelas, sebaiknya hindari berhubungan seks dengannya.

    Atur pemeriksaan rutin

    Menurut Mayo Clinic, Anda yang aktif secara seksual dan memiliki lebih dari satu pasangan sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual.

    Hal ini penting karena banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi penyakit menular seksual karena mereka tidak menunjukkan gejala.

    Pemeriksaan rutin untuk pencegahan gonore harus dilakukan setahun sekali jika memenuhi kriteria berikut:
    1. Wanita di bawah usia 25 tahun yang aktif secara seksual
    2. Wanita di atas usia 25 tahun yang berisiko terkena gonore, seperti berhubungan seks dengan pasangan baru atau berganti-ganti pasangan
    3. Terinfeksi HIV/AIDS
    4. Dipaksa melakukan hubungan seksual dengan orang lain
    Jika Anda melihat ada gejala yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk menghubungi dokter kelamin terdekat Anda. Jika Anda menderita gonore, mendapatkan pengobatan sesegera mungkin dapat membantu Anda mengelola gejalanya.

    Chat WhatsappTelepon SelulerForm Reservasi Online
    ciri ciri bakteri neisseria gonorrhoeae
    ciri ciri bakteri neisseria gonorrhoeae
    ciri ciri bakteri neisseria gonorrhoeae